Bermain Modes hanya dilakukan diatas "chord statik" yang tidak
berpindah paling sedikit 8 bars atau lebih.
Untuk memberi warna memakai Modes maka sebelumnya kita harus "menentukan" dahulu pilihan harmoni bagi chord tsb alias chord tsb akan kita lihat sebagai apa ? chord derajat keberapa dari Diatonis.
Melihat Amin statik sebagai Aeolian :
Contoh misalnya kita punya chord Amin sepanjang 16 bars statik tak berpindah, jika kita pilih untuk melihatnya sebagai chord ke 6 dari kunci C, maka kita bebas memainkan ke-7 Modes yang ada pada kunci C, dengan catatan wajib memperhatikan not apa yang kita pilih sebagai aksen dan tempat start atau ending dari phrase kita.
Melihatnya sebagai Dorian :
Jika kita pilih untuk melihat chord Amin tersebut sebagai chord ke 2 dari kunci G, maka of course kembali kita bebas memainkan ke-7 Modes yang ada pada kunci G dengan tetap memperhatikan aksen dari not kita, apa itu jatoh pada salah satu chord tones dari Amin ataupun nada-nada ekstensi yang sesuai bagi chord tsb.
Melihatnya sebagai Phrygian :
Kemudian jika kita mau melihat chord Amin itu sebagai chord ke 3 dari kunci F, maka mainkan ke-7 modes yang ada pada kunci F semau hati karena itu sudah pasti akan masuk secara harmoni. Sebagai Locrian jika kita pengen sedikit Outside dan memainkan semua Modes yang ada pada kunci Bb major Diatonis.
Buat G7 :
Major Scale cuman punya satu chord Dominan 7 sehingga kita hanya bisa melihat chord G7 sebagai G Mixolydian alias derajat ke-5 dari kunci C....tetapi : G7 juga bisa kita lihat sebagai suatu chord yang punya warna Minor akibat pemakaian ekstensi #9 sehingga sah saja untuk memainkan lick2 minor diatasnya.
Nah..jika kita melihat chord G7 itu sebagai Gmin maka semua perlakuan Modes bagi sebuah Chord Minor akan berlaku pula diatas chord Dominan ini.
Contoh melihat G7 sebagai Gmin derajat ke 3 dari kunci Eb diatonis, maka dimainkan semua Modes yang ada pada kunci Eb seperti main F Dorian diatas G7, G Phrygian diatas G7, dlsb.
Konsep Malmsteen :
Of Course kita semua sudah tau apa yang selalu dimainkan Malmsteen jika melihat chord G7 yaitu kunci Eb diatonis sehingga G7 itu berfungsi sebagai G Phygian tetapi dengan nada ke-3 yang mayor dan nada ke 7 yang b7 sehingga dikenal dengan sebutan Phygian Dominan. Karena nada ke 3 yang seharusnya b3 minor itu dimainkan dengan not natural 3 menjadi G7 instead of Gmin7.
Jadi kalau Malmsteen melihat G7 ini sebagai suatu chord Gmin derajat ke-3 dari kunci Eb, maka dia bebas memainkan Modes apa saja dari kunci Eb tsb dan dia pilih mainkan mode ke-6 dari kunci Eb yaitu Cmin Aeolian buat chord pengiring yang G7 itu. Kemudian juga Cmin Aeolian ini dirombak menjadi C Harmonic Minor, sah aja buat chord G7 tadi tetapi dengan aksen pada nada ke-7 dari C Harmonic Minor yaitu not B. Tapi sebenarnya style ini sudah dipakai sejak jaman dahulu kala pada musik Klasik Era Baroque...Bach, Vivaldi atau Paganini.
Buat Chord Major :
Hanya ada 2 major chord didalam Diatonis yaitu posisi Root dan pada derajat ke-4 alias Lydian. Tidak seperti dalam bermain Chord dimana kita bebas melakukan pergantian chord Major dengan ekuivalen-nya di Minor, misalnya menggantikan C maj dengan Amin atau Emin. Dalam urusan single-note memakai Modes maka hal ini tidak dilakukan karena akan menghasilkan Modes yang keluar jalur serta Disonansi. Diatas Chord Major kita perlu bermain terang dengan hanya memakai ekstensi #4 sebagai tensi.
Umumnya jika mendapatkan chord major yang statik maka kebanyakan player bermain Intervalic disitu, main 4th, 5th, etc. karena memakai Modes akan berbunyi terlalu terang untuk suatu musik yang Progresive.
Tetapi begini, jika anda mau melihat misalnya chord C major sebagai derajat ke-4 dari kunci G maka anda bebas mainkan semua Modes yang ada di kunci G diatas chord C itu..dan tentunya jika anda melihat chord C itu sebagai derajat ke-1 seperti halnya banyak sekali musisi out there in Indo yang melihat semua chord major sebagai Ionian...maka anda bebas mau main E phrygian diatas chord Cmaj, D Dorian keq atau G Mixolydian keq semua sami mawon.
Demikian my humble 2 cents on MODES mode of thinking.
sumber: gitargila.com
Untuk memberi warna memakai Modes maka sebelumnya kita harus "menentukan" dahulu pilihan harmoni bagi chord tsb alias chord tsb akan kita lihat sebagai apa ? chord derajat keberapa dari Diatonis.
Melihat Amin statik sebagai Aeolian :
Contoh misalnya kita punya chord Amin sepanjang 16 bars statik tak berpindah, jika kita pilih untuk melihatnya sebagai chord ke 6 dari kunci C, maka kita bebas memainkan ke-7 Modes yang ada pada kunci C, dengan catatan wajib memperhatikan not apa yang kita pilih sebagai aksen dan tempat start atau ending dari phrase kita.
Melihatnya sebagai Dorian :
Jika kita pilih untuk melihat chord Amin tersebut sebagai chord ke 2 dari kunci G, maka of course kembali kita bebas memainkan ke-7 Modes yang ada pada kunci G dengan tetap memperhatikan aksen dari not kita, apa itu jatoh pada salah satu chord tones dari Amin ataupun nada-nada ekstensi yang sesuai bagi chord tsb.
Melihatnya sebagai Phrygian :
Kemudian jika kita mau melihat chord Amin itu sebagai chord ke 3 dari kunci F, maka mainkan ke-7 modes yang ada pada kunci F semau hati karena itu sudah pasti akan masuk secara harmoni. Sebagai Locrian jika kita pengen sedikit Outside dan memainkan semua Modes yang ada pada kunci Bb major Diatonis.
Buat G7 :
Major Scale cuman punya satu chord Dominan 7 sehingga kita hanya bisa melihat chord G7 sebagai G Mixolydian alias derajat ke-5 dari kunci C....tetapi : G7 juga bisa kita lihat sebagai suatu chord yang punya warna Minor akibat pemakaian ekstensi #9 sehingga sah saja untuk memainkan lick2 minor diatasnya.
Nah..jika kita melihat chord G7 itu sebagai Gmin maka semua perlakuan Modes bagi sebuah Chord Minor akan berlaku pula diatas chord Dominan ini.
Contoh melihat G7 sebagai Gmin derajat ke 3 dari kunci Eb diatonis, maka dimainkan semua Modes yang ada pada kunci Eb seperti main F Dorian diatas G7, G Phrygian diatas G7, dlsb.
Konsep Malmsteen :
Of Course kita semua sudah tau apa yang selalu dimainkan Malmsteen jika melihat chord G7 yaitu kunci Eb diatonis sehingga G7 itu berfungsi sebagai G Phygian tetapi dengan nada ke-3 yang mayor dan nada ke 7 yang b7 sehingga dikenal dengan sebutan Phygian Dominan. Karena nada ke 3 yang seharusnya b3 minor itu dimainkan dengan not natural 3 menjadi G7 instead of Gmin7.
Jadi kalau Malmsteen melihat G7 ini sebagai suatu chord Gmin derajat ke-3 dari kunci Eb, maka dia bebas memainkan Modes apa saja dari kunci Eb tsb dan dia pilih mainkan mode ke-6 dari kunci Eb yaitu Cmin Aeolian buat chord pengiring yang G7 itu. Kemudian juga Cmin Aeolian ini dirombak menjadi C Harmonic Minor, sah aja buat chord G7 tadi tetapi dengan aksen pada nada ke-7 dari C Harmonic Minor yaitu not B. Tapi sebenarnya style ini sudah dipakai sejak jaman dahulu kala pada musik Klasik Era Baroque...Bach, Vivaldi atau Paganini.
Buat Chord Major :
Hanya ada 2 major chord didalam Diatonis yaitu posisi Root dan pada derajat ke-4 alias Lydian. Tidak seperti dalam bermain Chord dimana kita bebas melakukan pergantian chord Major dengan ekuivalen-nya di Minor, misalnya menggantikan C maj dengan Amin atau Emin. Dalam urusan single-note memakai Modes maka hal ini tidak dilakukan karena akan menghasilkan Modes yang keluar jalur serta Disonansi. Diatas Chord Major kita perlu bermain terang dengan hanya memakai ekstensi #4 sebagai tensi.
Umumnya jika mendapatkan chord major yang statik maka kebanyakan player bermain Intervalic disitu, main 4th, 5th, etc. karena memakai Modes akan berbunyi terlalu terang untuk suatu musik yang Progresive.
Tetapi begini, jika anda mau melihat misalnya chord C major sebagai derajat ke-4 dari kunci G maka anda bebas mainkan semua Modes yang ada di kunci G diatas chord C itu..dan tentunya jika anda melihat chord C itu sebagai derajat ke-1 seperti halnya banyak sekali musisi out there in Indo yang melihat semua chord major sebagai Ionian...maka anda bebas mau main E phrygian diatas chord Cmaj, D Dorian keq atau G Mixolydian keq semua sami mawon.
Demikian my humble 2 cents on MODES mode of thinking.
sumber: gitargila.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar